Kenari Lizard

Kenari Gloster

Kenari Border

Kenari Irish Fancy

Membasmi Tungau Merah Pada Bulu Burung Kenari

February 12, 2012

Penyakit dan obat pada kenari pict

Tungau Merah bentuknya seperti layaknya tungau padi namun berwarna merah dan kelihatan lebih besar dari tungau lain yang sering menyerang kenari. Tungau ini seakan badannya penuh dengan darah yang bening. Beberapa analisa menyebutkan tungau ini dengan julukan Kutu Penghisap Darah, yang saya tahu beberapa kasus kematian mendadak pada kenari setelah saya periksa ditemukan jenis tungau ini bergerombol pada satu tempat dan badannya gemuk seakan memang berisi darah.

tungau merah pada bulu kenari pictBeberapa pendapat juga meyakini bahwa tungau merah merupakan kutu yang paling berbahaya dan pecinta burung kenari wajib segera untuk membasminya. Tungau ini mampu membawa kematian dengan cepat dalam hitungan jam, karenanya beberapa gejala juga perlu kita waspadai. Banyak kejadian burung yang beberapa jam sebelumnya mampu bernyanyi indah tiba tiba mati, burung tiba tiba terjatuh dari tangkringan dan kelihatan lunglai.

Mungkin pemilik boleh menafsirkan sendiri penyebab kematiannya, tetapi tidak ada salahnya kita waspada, kondisi seperti ini juga berlaku pada burung yang sudah terkena serangan tungau merah. Tungau ini diyakini bergerombol dan secara periodik menyerang bersama sama. Gejala yang mungkin kita kenali secara umum saat kenari kita mematuki bulu dengan tiba tiba, atau sering gelisah, kecenderungan ingin mandi saat melihat air ( meskipun malam hari ), bulu kusam dan perlahan tubuh kurus, ini merupakan gejala kutu pada umumnya. Untuk pencegahan dan pengobatan burung kenari yang terserang tungau merah, saya merujuk pada pengalaman om kicau.

A. Pencegahan:

1. Pastikan bahwa semua burung kenari yang Anda miliki bebas kutu. Kalau membeli burung baru, pastikan semprot dengan larutan anti-kutu sebelum dicampur/dekatkan dengan burung lain. Terlebih lagi, jangan langsung dimasukkan ke karamba umum (karamba yang dipakai bareng bergantian dengan burung lainnya di rumah Anda). Kalau memang kutuan, air bekas mandi burung tersebut pasti meninggalkan telor/kutu yang bisa menular ke burung lain saat burung lain mandi di tempat tersebut.

Bersihkan dengan menyemprot karamba yang habis digunakan oleh burung baru itu dengan obat anti kutu.

2. Sama dengan masalah karamba, juga masalah kerodong. Jangan saling tukar kerodong dengan kerodong “burung asing”. Kalau dapat kerodong dari teman, pastikan juga dicuci bersih dan diobati anti kutu.

3. Rutin cuci sangkar burung kenari Anda, tiap tiga hari sekali atau sepekan sekali ketika burung Anda dimandikan di karamba.

4. Jemur. Penjemuran, selain bermanfaat untuk burung, juga bisa meminimalisasi pengembangbiakkan jamur dan kutu di luar tubuh burung.

5. Hindari kondisi lembab untuk lingkungan burung.

6. Lakukan penyemprotan rutin dengan obat kutu atau antiseptik ke benda-benda yang berhubungan dengan burung.

B. Pengobatan:

1. Sebelum melakukan pengobatan, pastikan burung kenari dalam kondisi sehat secara umum. Jangan melakukan pengobatan anti-kutu ketika burung sakit pilek dsb karena pada saat itu daya tahan burung sedang lemah. Dalam kondisi ini, kalau burung diterpa obat anti kutu dia akan mudah ngedrop karena obat kutu biasanya mengandung insektisida jenis tertentu yang bisa “memabukkan” burung.

2. Memilih obat.

Obat kutu ada dua. Kimiawi dan non-kimiawi.

a. Kimiawi adalah obat-obatan yang dijual secara umum dengan nama/merek yang berbeda-beda. Bentuknya juga macam-macam. Ada yang cair, serbuk juga pasta.

b. Obat yang non-kimiawi ada bermacam-macam, antara lain air rebusan daun sirih, air bekas cucian beras, air rebusan buah jambe (jarang dan sulit ditemukan) dll.

3. Penggunaan

a. Untuk penggunaan obat kimiawi, baca aturan pakai yang tertera dalam kemasan dan ikuti secara disiplin. Jangan bereksperimen untuk menambah atau mengurangi dosis yang ditentukan kecuali Anda sudah memiliki pengalaman sebelumnya atau pernah mendapat informasi dari sumber/teman yang bisa dipercaya dan pernah mengaplikasikannya.

b. Untuk pengobatan secara non-kimiawi:

i. Air daun sirih: rebus 7-10 helai daun sirih dengan air sebanyak 1 liter (4 gelas ukuran normal). Setelah direbus sampai air berwarna hijau gelap (1 liter) diangkat dan didinginkan Air itu bisa disemprotkan ke burung secara merata dan usahakan benar-benar bisa masuk sampai ke bulub terdalam. Paling aman, burung dipegang dan dimandikan secara langsung di tangan sehingga air sirih merata membasahi bulu tanpa banyak mengenai mata burung (kalaupun kena juga nggak apa-apa asal tidak keterpa terus-menerus). Setelah dimandikan air sirih, jangan dibilas dulu sampai sekitar 1-2 jam (agar kutu dan telornya benar-benar “tahu rasa deh” hehehe).

ii. Untuk air bekas cucian beras, gunakan sama dengan cara untuk air rebusan daun sirih. Sebenarnya, air cucian beras tidak bersifat racun tetapi bisa menembus lapisan lilin pada bulu burung. Artinya, dia hanya bersifat “merontokkan” /melepaskan “pegangan” telor dan kutu pada bulu burung. Dengan demikian, penggunaan air cucian beras harus dibarengi dengan upaya melepaskan kutu secara manual dari bulu (dengan cara ditekan dan seret bulu burung). Artinya, penggunaan air cucian beras bisa dikombinasikan dengan penggunaan air sirih sehingga pembasmian kutu benar-benar efektif.

Tags :






Cari Artikel Seputar Burung yang Anda Inginkan Disini

2 comments:

Anonymous said...

Dear Penggemar kicau mania...,
Pengalaman u/ mengobati kutu pada bulu burung kenari gampang2 susah...pernah saya coba musi kutu bulu tetap tidak terbasmi..btw saya coba dengan obat kutu rambut manusia (peditok) alhamdulillah semua kutu pada bulu dalam dua kali pemberian terbasmi semuanya (alhamdulillah semua burung kenari tangkaran saya terbebas dari kutu bulu : mengenai dosis disesuaikan kebutuhan).
Demikian pengalaman saya mudah2han dapat memberi manfaat pada kicau mania semuanya.

A.Hidayat

May 30, 2012
paksya said...

Kadang untuk mengatasi suatu masalah dalam dunia perkenarian kita tidak dilarang untuk melakukan eksperimen ala koboi seperti halnya yg sdh dilakukan sobat A.Hidayat

June 04, 2012

Post a Comment